Niat Pulangkan Pasien Yang Dirawat, Dinkes Lampung Tegur RSHB

122

Bandar Lampung – Akibat ingin memulangkan Nuraini, pasien asal Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang menggunakan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Lampung Tengah (Lamteng) Jum’at lalu (06/05). RSHB dicecar pertanyaan oleh Kepala Dinas Provinsi Lampung.

Reihana, Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, meminta pihak RSHB memberikan keterangan mengenai permasalahan yang mencuat tersebut. Pasalnya Nuraini terindikasi masih lemah dan butuh perawatan intensif di RS tersebut.
“Kami sudah melakukan klarifikasi ke RSHB dan jawaban dari RS saat ini pasien (Nuraini) masih dilakukan perawatan yang diperlukan oleh pasien tersebut”, jelas Reihana, Senin (09/05).

Reihana, mengingatkan pihak RSHB Lamteng, untuk memberikan pelayanan terhadap pasien sesuai standart operating procedure (SOP) yang berlaku
“Kami juga mengingatkan kepada RS dalam memberikan pelayanan terhadap pasien harus paripurna dan sesuai dengan SOP yang ada”, jelas dia.

Sebelumnya, Abdulloh yang merupakan suami dari pasien Nuraini menceritakan tentang perjalanan pengobatan dan saat ini pihaknya pun belum mengetahui secara medis terkait penyakit yang di derita istrinya.
Disisi lainnya, Ketua Komisi l DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat, Yantoni menyayangkan tindakan pihak rumah sakit memulangkan pasien untuk dirawat di rumah sedangkan kondisi pasien dalam keadaan sangat lemah dan dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Minggu, (8/5/22).
Kemudian, Direktorat Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK-GPI) menyanyangkan atas kecerobohan pihak dokter dan rumah sakit Harapan Bunda Lampung tengah pasien belum sehat sudah mau di pulangkan.

Menurut Muhammad Ali Ketua Umum LPK-GPI Pelayanan kesehatan lebih mengacu pada penyelenggaaraan kesehatan oleh kaum profesional, sedangkan konsumennya bersikap pasif, bahkan menggadaikan serta mempercayakan kesehatan mereka kepada kaum profesional termaksud.
“Dalam fungsi sehari-hari, kaum profesional lebih diharapkan bertindak sebagai fasilitator penyelenggaraan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (Nurul /Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini