Tubaba, lensahukumnews.com — Polemik ketidakhadiran hampir separuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, dalam rapat paripurna istimewa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Tubaba terus menuai sorotan publik. Perbincangan hangat tidak hanya terjadi di ruang-ruang informal, tetapi juga meluas di media sosial seperti Facebook dan WhatsApp Group (WAG).
Berdasarkan pantauan, berbagai komentar bernada kritik hingga kekecewaan bermunculan dari masyarakat. Sejumlah warganet mempertanyakan komitmen para wakil rakyat yang dinilai abai terhadap momentum penting daerah.
Salah satu akun Facebook berinisial EFZ menulis, “Tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap jabatan dan tidak cinta Tubaba. Maka untuk pileg ke depan masyarakat harus lebih selektif dalam memilih wakil mereka.”
Komentar senada juga disampaikan akun IM yang menyoroti pentingnya transparansi. “Bagi yang tahu siapa saja anggota DPRD Tubaba yang tidak hadir di paripurna hari ulang tahun, tolong diabsen. Buat Tubaba saja mereka tidak mau hadir, bagaimana untuk rakyat. Jangan dipilih lagi 2029,” tulisnya.
Di grup Facebook “Tulang Bawang Barat” yang diikuti lebih dari 107 ribu anggota, kritik juga mengemuka. Akun anonim dengan kode 689 mempertanyakan alasan ketidakhadiran tersebut. “Perlu dipertanyakan, kenapa mereka tidak hadir. Baru periode ini yang bermasalah. Biasanya sebulan sebelum acara mereka semangat memeriahkan, ada apa ini,” tulisnya.
Sementara akun anonim lainnya menyarankan langkah tegas. “Jika sudah tidak berkenan, sebaiknya ajukan PAW. Jangan sampai masyarakat diwakili oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tulis akun tersebut.
Di tengah derasnya kritik, data kehadiran menunjukkan hanya sebagian anggota dewan yang mengikuti rapat paripurna tersebut. Dari Fraksi Demokrat, yang hadir antara lain Busroni (Ketua DPRD), Jemi Atmaja, Edi Anwar, Eka Sulistiyuwati, Arief Nurrohman, dan Ibnu Hayat. Dari Fraksi PDI Perjuangan hadir Ponco Nugroho (Wakil Ketua DPRD), Sugara Jaya Rades, Kadarsyah, Samsi, dan Arif Bandarsyah.
Kemudian dari Fraksi NasDem hadir S. Joko Kuncoro (Wakil Ketua DPRD) dan Sobri. Dari Fraksi Gerindra hanya Yantoni yang hadir. Fraksi Perindo diwakili Idris Hadi dan Hairul Amin. Dari Fraksi Kebangsaan Sejahtera Berkarya hadir Sodri Helmi, serta dari Fraksi Amanat Nurani Buruh hanya Mirdah yang tampak di ruang sidang.
Sementara itu, tercatat sebanyak 17 anggota DPRD tidak hadir dalam agenda resmi tersebut.
Tim media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada sejumlah anggota DPRD yang tidak hadir. Hingga berita ini diturunkan, baru dua orang yang merespons pesan dan menyatakan bersedia disebutkan namanya, sementara satu anggota lainnya menyatakan akan memberikan keterangan resmi, meski belum memastikan waktu penyampaiannya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kedisiplinan dan komitmen sebagian anggota legislatif dalam menjalankan tugasnya. Di sisi lain, publik kini menanti penjelasan resmi dari pihak DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat guna menjawab berbagai spekulasi yang berkembang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat merupakan mandat yang harus dijaga, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui kehadiran dan tanggung jawab dalam setiap agenda penting daerah.
(Nurul)

