Granat Lampura Pantau Proses Hukum Oknum Pol PP Pemakai Narkoba Dirumah Dinas Bupati

171

Lampung Utara –  Gerakan Nasional Anti Narkoba dan Narkotika (Granat)  mengecam tindakan dua orang oknum Polisi Pamong Praja ( Pol.PP) yang tertangkap memakai narkoba di lingkungan rumah dinas bupati pada Rabu sore ( 21/10) lalu.

Wakil II Humas Dewan Pimpinan Pusat Granat Adhan Nunyai, mengapresiasi dan mendukung jajaran Polres Lampung Utara, khususnya Satuan Narkoba dalam menindak penyalahgunaan narkoba. Putera Daerah Lampung Utara, ini meminta agar kiranya kasus yang menimpa dua oknum anggota Pol.PP tersebut ditindak sesuai peraturan dan perundang -undangaan yang berlaku.
” Ini adalah salah satu contoh rusaknya moral aparatur sipil negara. Makai narkoba saat bertugas, apalagi dilakukan di lingkungan rumah dinas bupati,” kata Adhan kepada Lensa Hukum News (23/10/20)

Pihaknya akan memantau jalannya proses hukum terhadap kedua oknum tersebut. “Tujuannya agar menjadikan efek jera kepada mereka dan para pemakaian narkoba lainnya,” kata Adhan.

Dia juga meminta, kepada pemerintah setempat agar melakukan tes urine bagi seluruh ASN di Lampung Utara.
“Berapa bulan lalu, BNN Lampung berkunjung ke Lampung Utara dalam hal sosialisasi pencegahan, dan pemberantasan narkoba. Artinya, sosialisasi tersebut belum efektif. Sebab, masih saja ada oknum ASN terlibat memakai narkoba.  Karena itu, kami minta kepada bapak Bupati agar melakukan tes urine kepada para ASN di Lampung Utara, sebagai salah satu upaya dalam pencegahan,” cetus Aan.

Sebagai Putera Daerah Lampung Utara, dia merasa prihatin atas kondisi   maraknya peredaran  maupun pengguna narkoba ditanah kelahirannya.
Kendati demikian, dia mengapresiasi kerja keras  Polda Lampung maupun BNN Lampung dalam menekan angka pengguna dan peredaran narkoba di Lampung. Berdasar data yang berhasil dihimpun, memasuki tahun 2019 hingga 2020, angka  pengguna narkoba di Lampung turun.  Populasi pengguna Lampung di 2019 yakni 0.9 dengan estimasi pernah pakai 31.811 orang dan estimasi pakai 1 tahun terakhir juga 31.811 orang.
“Angka tersebut kami dapatkan berdasarkan survei yang dilakukan BNN pada 2019 bekerja sama dengan Pusat Penelitian masyarakat dan Budaya LIPI,” pungkasnya (ant)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini