Pencegahan Corona dan Dampak Sosial

380

Lampung Utara || Lensahukumnews.com
Keadaan negara ini seperti di Film yang pernah saya tonton, World War Z, dan Train to Bushan, tentang wabah virus Zombie yang melanda suatu negri dan melumpuhkan segala bidang termasuk sosial. Tak kalah ngeri seperti wabah Zombie di film-film, Covid-19 juga virus yang sangat mematikan, bahkan korbanya hanya bisa bertahan dalam hitungan hari saja.

Lima belas negara bahkan sudah melakukan Lockdown, seperti China, Italia, Spanyol, Perancis, Irlandia, El-Savador, Belgia, Polandia, Argentina, Yordania, Belanda, Denmark, Malaysia, dan Fhilipina. Mereka begitu cepat tanggap melawan Virus ini, bagaiaman dengan negara +62.!?
Pemerintah, menyarankan jangan panik, tetapi mereka mempertontonkan kepanikan dimedia, bahkan menyebabkan hilangnya alat-alat pelindung kesehatan, masker, sarungtangan, handszanitizer, dan alkohol ikut lenyap bagai korban yang diserang oleh virus Corona, bukan dikota besar saja alat pelindung kesehatan lain juga ikut lenyap dipasaran daerah, contohnya Lampung Utara.

Alat pelindung kesehatan itu walaupun ada di apotek maupun toko obat, harganya sudah meroket jauh dari harga het.
Mungkin kurangnya pengawasan atau pintarnya para pengusaha nakal memanen  laba diatas petaka.
Pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah, sudah harus sigap menyikapi krisis fenomenal ini, jangan hanya memberi himbauan saja, tapi harus memberikan solusi. Pemerintah harus melibatkan seluruh unsur elemen masyarakat, bahu membahu melawan Virus Corona, dengan cara mengehentikan penyebarannya dengan tidak mengenyampingkan aspek sosial. Karena masyarakat khususnya di Lampura, kebanyakan perekonomiannya masih dibawah kata cukup, dimana mereka harus keluar rumah dan berinteraksi untuk mendapatkan rezeki.

Diberlakukannya Social Distance, walau belum seperti Lockdown, imbasnya sangat dasyat menyebakan krisis multidimensi, ini yang juga penting untuk menjadi perhatian Pemerintah.
Minimal bisa menyediakan alat pelindung kesehatan, dengan harga sesuai het, mensosialisasikan bahaya virus Covid-19 tanpa gaduh. Dan yang terpenting bagaiamaana menggerakan masyarakat untuk membantu pemerintah melawan Corona, karena disinilah seni kepemimpinan.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini