• Tentang Kami
  • Redaksi
Senin, April 27, 2026
  • Login
Lensahukumnews.com
  • Home
  • Aktivitas
    • Berita
    • Siaran Pers
  • Dokumen
    • Case Story
    • Publikasi
  • Jurnal
  • Konsultasi
  • Opini
  • Advetorial
  • Featured
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktivitas
    • Berita
    • Siaran Pers
  • Dokumen
    • Case Story
    • Publikasi
  • Jurnal
  • Konsultasi
  • Opini
  • Advetorial
  • Featured
No Result
View All Result
Lensahukumnews.com
No Result
View All Result
Home Berita

LSM InfoSOS MENGANGGAP PEMBOROSAN DAN MUBAJIR PEMBANGUNAN PROYEK PATUNG WANITA MENARI 

Redaksi by Redaksi
Desember 14, 2022
in Berita
LSM InfoSOS MENGANGGAP PEMBOROSAN DAN MUBAJIR PEMBANGUNAN PROYEK PATUNG WANITA MENARI 
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TUBABA, lensahukumnews.com ~ Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat sedang membangun patung pemelihara serta penjaga kehidupan di kawasan pertigaan tiyuh Panaragan jaya utama yang dibiayai dari APBD Tulang Bawang Barat sebesar Rp. 1,2 Miliar adalah pemborosan dan tidak memberi manfaat yang besar bagi masyarakat Tulang Bawang Barat.(14/12/22)

Menyikapi hal tersebut tim LSM InfoSOS INDONESIA Kabupaten Tulang Bawang Barat akan menyurati Pj. Bupati dan Ketua DPRD Tulang Bawang Barat untuk dapat mengkaji ulang pembangunan patung tersebut, apa lagi semakin meluasnya pro kontra di masyarakat terkait rencana tersebut. Akan lebih bermanfaat bila anggaran sebesar Rp. 1,2 miliar tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan yang lebih dibutuhkan masyarakat. Misalnya perbaikan jalan yang sudah mulai banyak yang rusak di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat, atau untuk membantu kelompok industri rumah tangga sebagai upaya perbaikan ekonomi pasca pandemi covid – 19.

Tim LSM InfoSOS INDONESIA, sependapat dengan apa yang disampaikan tokoh masyarakat Panaragan, Tulang Bawang Barat Hoiri Rujungan, yang menganggap pembangunan patung tersebut tidak jelas, dan tidak pernah dimusyawarahkan dengan tokoh adat atau tokoh masyarakat terkait pembangunan patung wanita penari yang dianggap sebagai patung pemelihara dan penjaga kehidupan oleh oknum yang bernafsu membangunnya.

Secara khusus Tim Kerja LSM InfoSOS INDONESIA juga akan minta saran dan pendapat para tokoh adat dan tokoh agama atau para alim ulama di Tulang Bawang Barat mengenai pembangunan patung yang dianggap sebagian kecil kelompok sebagai patung pemelihara dan penjaga kehidupan. Karena jangan sampai menimbulkan persepsi patung tersebut menjadi berhala kesyirikan, mengingat sebagian besar umat menyakini dan sepakat bahwa pemelihara dan penjaga kehidupan hanya Tuhan Yang Maha Esa bukan patung wanita penari yang akan dibangun Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Tersebut.

Lebih tegas tim LSM InfoSOS INDONESIA, ada kesepakatan terlebih dahulu antara tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya dengan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk melanjutkan proyek pembangunan patung tersebut. Jangan sampai karena semakin meluasnya pro kontra ditengah masyarakat, pada waktunya nanti patung tersebut harus dirobohkan, tentu hal ini menjadi kerugian yang besar mengingat anggaran pembuatan patung tersebut dibiayai dari APBD Tulang Bawang Barat yang masih mengandalkan bantuan pusat sebagai sumber membiayai pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Menanggapi pernyataan Kepala Dinas PUPR Tulang Bawang Barat Iwan Mursalin yang menganggap pembangunan patung tersebut tidak perlu adanya rembuk dengan warga. LSM InfoSOS INDOBESIA sangat menyayangkan sikap dan pernyataan Kadis PUPR sebagai pejabat yang profesional dan berpengalaman. Justru menurut LSM InfoSOS INDONESIA karena patung tersebut dibangun di tanah dan jalan Pemda atau diruang publik, maka semestinya harus melibatkan partisipasi masyarakat. Apalagi pembiayaannya berasal dari APBD yang bersumber dari pajak rakyat. Kecuali kalau pembangunan patung itu di tanah dan jalan pribadi serta uang pribadi, tidak perlu rembuk warga. Dan sekalipun itu pribadi akan lebih ada etika kalau warga sekitar diajak komunikasi sekadar minta saran pendapat.

Sebagian kelompok yang pro menganggap pembangunan patung tersebut adalah cita rasa seni yang tinggi, maka Pauwari ketua LSM InfoSOS INDONESIA mempertanyakan berapa prosentasi penduduk Kabupaten Tulang Bawang Barat yang memiliki cita rasa seni yang tinggi, dan apa sebenarnya yang menjadi harapan masyarakat luas terhadap pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang Barat itu yang semestinya dijadikan prioritas pembangunan. Demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih baik di bumi Ragem sai mangi wawai.

(Tim infoSOS)

ShareTweetPin
Previous Post

KPU Lampura Gelar Sosialisasi Tiga Rancangan Dapil Di Kabupaten Lampung Utara

Next Post

Kejari Lampura Musnahkan BB Narkoba Senilai Ratusan Juta dan Senjata Api Rakitan

Next Post
Kejari Lampura Musnahkan BB Narkoba Senilai Ratusan Juta dan Senjata Api Rakitan

Kejari Lampura Musnahkan BB Narkoba Senilai Ratusan Juta dan Senjata Api Rakitan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • Nama Wartawan Dicatut, Isu Rp20 Juta Picu Kontroversi Baru
  • Diduga Langgar Kesepakatan, Karaoke Diva Kembali Buka, Satpol PP Siapkan Langkah Lanjutan
  • 15 Dosen UMKO Lolos Pendanaan Nasional, Bukti Kualitas Riset Kian Meningkat
  • Penolakan Menguat, Warga Marga Kencana Desak Penutupan Permanen Karaoke Diva
  • Sudah Dimonitoring, Tapi Tak Ada Ketegasan, Warga Kian Resah
Lensahukumnews.com

© 2024 Lensahukumnews.com

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Aktivitas
    • Berita
    • Siaran Pers
  • Dokumen
    • Case Story
    • Publikasi
  • Jurnal
  • Konsultasi
  • Opini
  • Advetorial
  • Featured

© 2024 Lensahukumnews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In