Jadi Langganan Banjir, Warga Nuwo Mapan Kelapa Tujuh Keluhkan

526

Lampung Utara,-Lensahukumnews.com
Kembali perumahan Griya Nuwo Mapan, Kelurahan Kelapa tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, terendam banjir.
Warga perumahan tersebut keluhkan lambannya penanganan dari pemerintah setempat.

Padli (35), warga perumahan tersebut mengatakan, setiap hujan turun, rumah yang dihuni nya menjadi langganan banjir, namun hingga kini belum juga ada perhatian dari pemerintah.
“Padahal kami sudah beberapa kali mengadukan hal tersebut, namun hingga kini tidak ada tindak lanjut,” Keluh padli selasa (23/02/22)

Dia menceritakan pernah mengadukan ke dinas terkait, namun alasan penanganan banjir tersebut ada di balai bukan pada dinas setempat.
“Kami bahkan sudah meneruskan kepada anggota legislatif Provinsi, dijanjikan bersama balai besar untuk turun kelokasi. Ya sama, sampai sekarang tidak ada kabarnya,” Jelas dia.

Padahal, menurut padli, pokok permasalahan banjir langganan yang merendam perumahan tersebut, permasalahannya ada pada gorong-gorong di perumahan tersebut yang terbilang sangat kecil, sehingga tidak bisa menampung debit air.
“Ya solusinya harus diperbaikilah saluran irigasi disekitar sini, agar bisa mengalirkan air yang besar. Pemkab harusnya jeli dalam hal ini. Inikan bisa merusak perwajahan kota,” Tandasnya.

"Genangan air yang membanjiri perumahan griya nuwo mapan" 18:42 Wib
“Genangan air yang membanjiri perumahan griya nuwo mapan” 18:42 Wib

Sementara ditempat yang sama, Hal senada pun dikeluhkan oleh Romi warga sekitar perumah itu juga, dia mengatakan tiap hujan deras rumah kami di masukin banjir, tiap hujan deras juga kami selalu mengunsi ketika terjadi nya banjir, padahal kami sudah mengusulkan ke pemerintah untuk segera dituntaskan penyebab terjadinya banjir.
“Kalo tau kaya gini tiap hujan deras kami mengalami banjir terus, gak akan saya ambil perumahan ini” Ucap Romi sambil kesal

Lanjut, Romi juga mengatakan seharusnya pihak deploper yang menaungi perumahannya griya nuwo mapan ini, sebelum dibuat perumahan di kroscek dulu apakah tanah ini bebas banjir atau tidak, dan saya sesalkan juga oleh pemerintah oleh dinas terkait kok bisa tanah bekas rawa diizinkan jadi perumahan.

Sementara lurah kelapa Tujuh Ahmad belum bisa konfirmasi.(Arf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini