• Tentang Kami
  • Redaksi
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Lensahukumnews.com
  • Home
  • Aktivitas
    • Berita
    • Siaran Pers
  • Dokumen
    • Case Story
    • Publikasi
  • Jurnal
  • Konsultasi
  • Opini
  • Advetorial
  • Featured
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktivitas
    • Berita
    • Siaran Pers
  • Dokumen
    • Case Story
    • Publikasi
  • Jurnal
  • Konsultasi
  • Opini
  • Advetorial
  • Featured
No Result
View All Result
Lensahukumnews.com
No Result
View All Result
Home Berita

Keuangan Daerah Kacau, An Sabak Minta Reformasi Birokrasi

Redaksi by Redaksi
Desember 4, 2019
in Berita, Uncategorized
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KOTABUMI – Tidak terbuka dan akuntabel dianggap sebagai penyebab bobroknya kondisi keuangan di Lampung Utara (Lampura).
Karena sistem yang diterapkan oleh Pemkab Lampura saat ini dianggap feodal cenderung tertutup dan tidak jujur terhadap publik.
Dilema bola es yang mengakibatkan efek domino tersebut tentu saja membutuhkan perombakan secara admnistratif, akuntabel dan terbuka.

” Kondisi keuangan Lampura saat ini sudah kronis, dan butuh perombakan dengan cara merubah sistem, dalam arti harus mematuhi sistem transparansi dalam oengelolaan keuangan ” kata Ansori Sabak, salah seorang tokoh masyarakat Lampura, Rabu (4/12).

Sistem arau pola lama sudah seharus ditinggalkan, dimana masyarakat sangat sulit mengakses informasi progres pengelolaan anggaran oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), ketidak terbukaan tentu saja berpengaruh pada laju pertumbuhan pembangunan diberbagai sektor.
” Kalau ini dibiarkan ya Lampura bisa dibilang mundur, kalau mau maju saya menghimbau Pemerintahan saat ini lebih dahulu mereformasi birokrasi yang ada dan mengedepankan asa keterbukaan informasi publik, jangan lagi mengada-ada” tukasnya kepada Lensa Hukum News
Dengan perubahan sistem birokrasi dan admnistrasi, Ansori Sabak yakin akan ada perubahan yang signifikan disektor pertumbuhan penghasilan Pendapatan Asli Daerah.

” Sudahlah, pemerintah saat ini (Pemkab Lampura red.) sudah harus jujur menjelaskan kepada publik tentang kondisi keuangan daerah saat ini. Jangan lagi memberikan janji-janji, yang realistis sajalah ” tegasnya.

Masih kata dia, pemerintah daerah harus berlapang dada dengan kenyataan yang ada, dan mencaro solusi terbaik guna melunasi hutang daerah tanpa melanggar aturan yqng ada.

Diketahui, dampak dari ketidakjelasan keuangan Lampura, beberapa waktu yang lalu aparatur desa yang ada di Lampura melakukan aksi di Sekretariat Pemkab setempat, menuntut pembayaran gajih dan honor oerangkat desa yang belumjuga terbayarkan, ditambah dengan tersendatnya pembayaran pekerjaan proyek dari tahun 2018 kepada kontraktor di Lampura. (KIS)

ShareTweetPin
Previous Post

222 Orang Daftar Panwascam Sekabupaten Way Kanan.

Next Post

Plt Bupati Lampung Utara Sambut Launching Program Perekam Tapping Box

Next Post

Plt Bupati Lampung Utara Sambut Launching Program Perekam Tapping Box

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • Nama Wartawan Dicatut, Isu Rp20 Juta Picu Kontroversi Baru
  • Diduga Langgar Kesepakatan, Karaoke Diva Kembali Buka, Satpol PP Siapkan Langkah Lanjutan
  • 15 Dosen UMKO Lolos Pendanaan Nasional, Bukti Kualitas Riset Kian Meningkat
  • Penolakan Menguat, Warga Marga Kencana Desak Penutupan Permanen Karaoke Diva
  • Sudah Dimonitoring, Tapi Tak Ada Ketegasan, Warga Kian Resah
Lensahukumnews.com

© 2024 Lensahukumnews.com

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Aktivitas
    • Berita
    • Siaran Pers
  • Dokumen
    • Case Story
    • Publikasi
  • Jurnal
  • Konsultasi
  • Opini
  • Advetorial
  • Featured

© 2024 Lensahukumnews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In