Banyak Para Pewarta Belum Mendapatkan Hak nya, Dana Media 2,1 Milyar di Sekretariat DPRD Telah Habis

136

Lampung Utara,-Lensahukumnews.com
Puluhan Wartawan yang terdiri dari media online, media surat kabar mingguan dan Media Surat Kabar Harian, TV, serta streaming di kabupaten Lampung Utara, Menanyakan anggaran media di Sekretariat DPRD yang jumlahnya fantastis sehingga menelan anggaran senilai 2,1 Milyar Rupiah.

Akan tetapi anggaran fantastis tersebut tidak tersalurkan semua oleh para wartawan hanya sebagian saja, dengan alasan “Anggaran dana media sudah habis dan tidak dapat dibayarkan”.

Sedangkan Kerjasama atau dalam Memorandum of Understanding (MoU) tersebut selama delapan bulan terhitung sejak Januari- Agustus tahun anggaran 2022.

Sedangkan untuk anggaran Advertorial (ADV) berita berbayar, yang dianggarkan ratusan juta di Sekretariat itu sudah habis tak tersisa anggarannya.

Yang jadi pertanyaan, kata salah seorang pewarta setempat, ADV yang sudah disepakti pembayaranya dan telah ditandatanganinya Bukti Kwitansi Pembayaran (BKP), Kwitansi, dan bukti tayang atau print out media, tetapi diduga akan dianggap hangus kalau anggaran media sudah habis.

Kabag Umum DPRD Lampura, Alipir mengaku tidak mengetahui tentang realisasi dana anggaran media yang dianggarkan milyaran rupiah di Sekretariat DPRD  Lampura itu. Alipir meminta agar media yang mempertanyakan hal tersebut langsung konfirmasi dengan bawahannya, alasannya bawahanya yang justru mengetahui secara teknis terkait anggaran maupun realisasi tentang anggaran Milyaran rupiah. “Bisa sama Winda langsung tidak, nanti saya cek dulu. Karna saya nelpon (Winda) juga tidak ada yang aktif. Karena kayak gini (saat diwawancarai awak media), saya tidak tahu rincian riilnya. Winda yang tahu dari A sampai Z ,” katanya, saat di konfirmasi melalui telpon seluler pribadinya, Senin (10/10/2022).

Saat ditanya melalui pesan WhatsAppnya,  tentang kapan pembayaran Advertorial (ADV), Alipir meminta untuk sabar. “Ampun saya. Udahlah, doain saya dapat rezeki, nanti kamu saya bantu ya, tolong saya,” kata Alipir dalam pesan WhatsAppnya.

Sementara itu, Kasubbag TU dan Kepegawaian sekaligus PPTK, Winda Susanty terkesan mengelak, saat ditanya tentang anggaran langganan media sebesar Rp1,7 Milyar lebih dan Rp. 425 juta ADV di Sekretariat setempat. Dirinya berdalih bahwa realisasi anggaran itu atasannya (Kabag selaku Kabag umum) mengetahuinya juga.

Kalau realisasi disaya itukan ada konfirmasi dengan dia juga (Kabag umum), dia kan atasan saya, paling tidak saya laporan dengan beliau. Kalau dia tidak menyetujui saya kan ikuti bahasa dia,” kata dia saat diwawancarai media diruang kerjanya.

Saat ditanya terkait angaran media milyaran tersebut masih ada atau tidak, Winda menjawab dengan lantang mengungkapkan bahwa dana tersebut sudah habis. “Sudah habis semua,” kata dia. Winda mengungkapkan, bahwa untuk anggaran semua media yang ada di Sekretariat DPRD tersebut sebesar 2,1 Milyar. Dan untuk pembayaran  tersisa tiga bulan tersebut, akan bicarakan kepada pimpinannya. “Itu yang lagi mau saya bicarakan dengan Kabag, di perubahan ini dianggarkan,” kata dia.

Dijelaskannya, kalau nilai dari yang berlangganan di Sekretariat tersebut berbeda-beda sesuai dengan koran yang masuk di Sekretariat setempat. Kendati demikian, untuk pencairan ADV bagi perusahaan media yang sudah mengumpulkan dan menyerahkan SPJ baik itu print out bukti tayang, Kwitansi dan mendatangani bukti Kwitansi Pembayaran tersebut. Dirinya berdalih akan memulangkan berkas yang sudah dikumpul apabila itu tidak terbayarkan.

Kalau dia terbayar kita ambil, kalau dia tidak terbayarkan kita kembalikan,” pungkasnya(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini