Bos Penimbunan BBM Bersubsidi Saat Di Grebek Berhasil Kabur

239

Lampung Utara,-Lensahukumnews.com
Sebut saja namanya Jaelani diduga pelaku sekaligus pemilik gudang penimbunan BBM bersubsidi di Desa Kalibalangan kecamatan Abung Selatan Lampung Utara berhasil ‘ Ngilang ‘ alias kabur.

Padahal dilokasi penggrebekan ada Kapolres Lampung Utara (Lampura) AKBP Kurniawan Ismail dan Dandim 0412 Letkol. Inf. Andi Sultan dan sejumlah aparat TNI dan Polri yang ikut serta dalam penggerebekan. Sebelum kabur, Jaelani sempat dimintai keterangan oleh awak media.

Jaelani mengaku dirinya menjalani profesi pengecoran BBM ini sudah berlangsung lama yakni sekitar 15 tahun. Dalam menjalani profesinya dirinya mengaku memiliki surat dokumen atas kebijakan dari Camat dan Kepala Desa setempat.

” Sudah tahunan, Sudah ada surat kebijaksanaan dari pemerintah setempat yakni Camat dan Pak Kades,” kata Jaelani saat dikonfirmasi. Senin malam (12/9/2022).

Dikatakannya, Ribuan liter BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite ini dibeli dari SPBU yang berada di Desa Kalibalangan. Kemudian lanjut dia, Solar dan Pertalite ini dijual ke wilayah kecamatan Bungamayang.

” Untuk Pertalite dibeli 10 ribu perliter, setiap Gerigen isi 34 liter udah. Kemudian kita dikenakan biaya tambahan 5 ribu per liternya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jaelani menjelaskan dirinya mengambil keuntungan dari nilai jual Pertalite per liter sebesar 1000 rupiah.

” Kita beli 10 ribu perliter, Jual kepada konsumen di Bungamayang 11 ribu, Kita hanya ngambil keuntungan dari Jatah cor dan ongkos saja,” tuturnya.

Untuk diketahui, Penyalahgunaan BBM bersubsidi ini adalah tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 53 sampai dengan Pasal 58, dan diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah). (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini