Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Jatuh Pada Hari Senin

650

Lampung Utara,-Lensahukumnews.com
Lebaran 2022 itungan hari lagi akan tiba. Muhammadiyah telah menetapkan tanggal Lebaran berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dijadikan sebagai pedoman.

Berdasarkan hasil pantauan hisab, Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H akan jatuh pada Senin, 2 Mei 2022,

Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1443 Hijriah.

“Umur bulan Ramadan 1443 H 30 hari dan tanggal 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Senin Pon, 2 Mei 2022 M,” ujar Zainal selaku Ketua PDM Lampung Utara

Muhammadiyah menentukan penetapan tanggal 1 Syawal 1443 H dilakukan berdasarkan kajian dari dua belah pihak. Adapun kajian tersebut dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Terkait pelaksanaan sholat Idul Fitri pada tanggal 2 Mei 2022. Jika terdapat perbedaan penetapan dengan pemerintah maka PDM Lampung Utara akan memfasilitasi pelaksanaan sholat Idul Fitri bagi warga masyarakat Kotabumi dipusatkan di Kampus UMKO dan Halaman Stadion Sukung Kotabumi Kotabumi, Untuk yang di kecamatan dilaksanakan di kompleks Perguruan Muhammadiyah masing-masing.
Keterangan : khusus pelaksanaan di stadion akan dikordinasikan dengan pihak-pihak terkait. DUM.

Lanjut, Zainal juga menjelaskan mengingat situasi lebaran yang masih berlangsung di tengah pandemi COVID-19, Muhammadiyah mengimbau agar pelaksanaan salat Id tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara itu, pemerintah akan segera menetapkan kapan Lebaran 2022 usai sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) pada Minggu (1/5/2022) mendatang.

Untuk saat ini, Kementerian Agama telah mempersiapkan perhitungan posisi hilal secara hisab sebagai bagian dari proses penentuan awal bulan. Secara hisab, posisi hilal di Indonesia sudah memenuhi kriteria baru yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Berdasarkan hasil pantauan hisab, posisi hilal saat sidang isbat awal Syawal 1443 H mendatang sudah mencapai ketinggian 4 derajat 0,59 menit sampai 5 derajat 33,57 menit pada 29 Ramadan 1443 H atau 1 Mei 2022. Sementara itu, sudut elongasi dari hilal dikatakan sudah mencapai antara 4,89 derajat sampai 6,4 derajat.

“Artinya, secara hisab, pada hari tersebut posisi hilal awal Syawal di Indonesia telah masuk dalam kriteria baru MABIMS,” kata Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin dalam keterangannya.

MABIMS telah menetapkan kriteria baru, bahwa imkanur rukat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Kriteria tersebut berbeda dari sebelumnya yang sudah dilakukan pembaruan, yakni 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat. Selain itu, BMKG juga menyebutkan adanya potensi hilal yang terlihat pada pelaksanaan sidang isbat.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini