Tommy Soeharto Kalah MA Kabulkan Kasasi Partai Berkarya Muchdi PR PARTAI BERKAYA PROVINSI LAMPUNG LANGSUNG TANCAP GASS

354

Bandar Lampung, lensahukumnews.com —Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi Partai Berkarya pimpinan Muchdi Purwopranjono (Muchdi PR). Putusan ini membalik dua putusan hukum sebelumnya yang memenangkan pihak Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto).

“Kabul kasasi. Batal judex facti (PTUN Jakarta dan PT TUN Jakarta-red). Mengadili sendiri. Gugatan tidak diterima,” demikian bunyi putusan kasasi yang dilansir website MA, Selasa (29/3/2022).

Putusan tersebut diketok oleh ketua majelis Irfan Fachruddin dengan anggota Yosran dan Is Sudaryono. Adapun panitera pengganti Maftuh Effendi. Putusan itu diputus pada 22 Maret 2022.
Sekadar informasi, Tommy Soeharto telah dua kali menang melawan Menkumham dan Muchdi PR di tingkat pertama dan banding. Namun di tingkat kasasi, putra bungsu dari Presiden Suharto tersebut harus memakan pil pahit kalah dari pensiunan Jenderal Kopassus, Muchdi PR.

Awal Sengketa

Adapun sengketa Muchdi vs Tommy bermula dari dualisme kepengurusan Partai Berkarya. Dualisme ini dipicu oleh ketidakpuasan sejumlah kader yang menilai kepemimpinan Tommy Soeharto tidak berjalan dengan baik.
Pada Maret 2020, sejumlah kader Partai Berkarya membentuk Presidium Penyelamat Partai untuk meminta Musyawrah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dipercepat.
Meskipun sejumlah pengurus partai kemudian diberhentikan, tetapi Presidium Penyelamat Partai tetap menggelar Munaslub pada Juli 2020 yang membuahkan hasil Muchdi Purwopranjono terpilih sebagai ketua umum dan Badaruddin Andi Picunang sebagai sekretaris jenderal.

Hasil Munaslub kubu Muchdi pun diserahkan ke Kemenkumham dan disahkan lewat SK yang diterbitkan kementerian tersebut.
Yasonna Laoly membuat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.HH-16.AH.11.0l Tahun 2020 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Beringin Karya (Berkarya) tertanggal 30 Juli 2020 dan Keputusan Menkumham Nomor M.HH-17.AH.11.01 Tahun 2020 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Berkarya Periode 2020-2025 tertanggal 30 Juli 2020.
Hal itu membuat kubu Tommy tersingkir dan berujung pada gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.  PTUN Jakarta mengabulkan gugatan Tommy Soeharto dan mencabut SK Kemenkum HAM itu pada 16 Februari 2021.
Selanjutnya, merespon hal tersebut kubu Muchdi Pr pun mengajukan banding. Namun, majelis hakim PTTUN memperkuat putusan PTUN Jakarta yang mengabulkan gugatan Tommy

WAKIL SEKRETARIS DPD PARTAI BERKARYA PROVINSI LAMPUNG MENYATAKAN ( Bung Hanafi )

Memasuki tahapan pemilu tahun 2022, Partai BerKarya langsung tancap gas dengan melakukan silahturahmi ke berbagai unsur seperti berkunjung ke  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota dan Kabupaten Se PROVINSI LAMPUNG

Dan Kami akan segera bekerja keras membesarkan Partai dan merangkul semua elemen dan kader-kader terbaik dalam menghadapai tahapan Pemilu tahun 2024” katanya

Partai Berkarya akan menjadi rumah aspirasi rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan sesuai dengan instruksi dari DPP Partai Berkarya.

“Jelas semua akan kami lakukan secara ikhlas dari rakyat untuk rakyat,” tegasnya.

Maka saat ini Partai Berkarya tidak ada dualisme kepengurusan, yang ada hanya yang sah dan terdaftar pada sistem informasi partai politik (SIPOL) KPU saat ini,”jelasnya (tim) ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini