Aprozi Alam Beri Masukan, Budi Utomo Akan Evaluasi

712

Lampung Utara- Pelaksanaan pembangunan diwilayah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) belakangan dikiritisi oleh berbagai elemen masyarakat. Begitu juga Asoiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (ASPEKNAS) Provinsi Lampung.

Aprozi Alam Ketua ASPEKNAS Lampung, menanggapi dinamika yang sedang berkembang mengenai pelaksanaan pembangunan di Kabupaten berjuluk Bumi Ragam Tunas Lampung tersebut.

Khususnya berkenaan dengan pembangunan fisik yang saat ini sedang dalam tahap pelelangan di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariatan Daerah (Setdakab) Lampura.
Sebab, kata dia, hal tersebut dapat merusak citra.
“Jangan ada lagi kegaduhan, baik LSM, Maupun media, ini demi pembangunan Lampura, khususnya pelaksanaan pembangunan bersifat fisik. Seperti yang ada di Dinas PUPR misalnya,” Kata Aprozi Alam pada pelantikan/pengukuhan dewan pimpinan cabang ASPEKNAS di GOR Stadion Dukung Kotabumi, Rabu (23/6).

Sehingga, dengan kejadian itu dirinya merasa terpanggil untuk memberikan saran dan masukan terhadap suksesnya pelaksanaan pembangunan di Kampung halamannya tersebut.
Sebab, lanjut dia, dengan kondisi keterbatasan anggaran yang ada menyebabkan pembangunan tak banyak dapat dilakukan.
“Inikan tugas kita semua, maka saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama sesuai profesi masing-masing. Jadi Kalau mau jadi LSM, ya jadilah LSM yang baik, begitu juga wartawan jadilah wartawan, pemborongpun mesti profesional mengupdate informasi mengenai konstruksi, “terangnya.

Ia juga meminta kepada Bupati Lampura Budi Utomo, memberi evaluasi terhadap kinerja jajaran yang kurang produktif dalam upaya meningkatkan pembangunan. Seperti di dinas PUPR, Perdagangan, Dispenda, Diskbud, Disperkim dan lainnya. Khususnya masalah pendapatan asli daerah yang selama ini menjadi kendala, khususnya masalah keuangan daerah.
“Pada dasarnya pondasi masalah APBD kita itu terdapat pada pendapatan, kalau satker-satker atau OPD terkait tak dapat memberikan peningkatan PAD itu perlu menjadi koreksi. Demikian dengan mereka yang berhubungan dengan kegiatan fisik, macam insfrastruktur misalnya. Bagaimana akan membawa program luar, kalau untuk internalnya saja masih menuai kontroversi, “tegasnya.

Seperti banyak dipemberitaan belakangan terjadi di Lampura, tandasnya. Sebagai putra daerah, Aprozi Alam berkomitmen memberi sumbangsih terbaik bagi kemajuan daerah.

Seperti mengawal sekaligus menjemput program pemerintah bagi peningkatan pembangunan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat banyak.
“Sepanjang tidak ada ribut-ribut, saya berjanji akan mendorong program pusat maupun provinsi ke kabupaten kita cintai ini. Sebagai gambaran, pemrov telah mengajukan pinjaman dari program Peningkatan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp2,4 triliun lebih. Senilai Rp1,6 triliun telah ada lampu sen, tinggal menyelesaikan sisanya, “imbuhnya.

Dari angka itu, lanjutnya, ada proyeksi Rp30 miliar – Rp60 miliar akan direalisasikan di Kabupaten Lampura. Dengan syarat segala persyaratan dapat dipenuhi oleh satuan kerja terkait, seperti di PUPR, Perdagangan dan Diskbud.
“Bukan hanya bermodalkan doa dan bismilah, tapi datanya. Khususnya di Dinas Pendidikan deadline sampai 27 Juli mendatang, tapi belum juga ditayangkan pekerjaannya, “tandasnya.

Menjawab itu, Bupati Lampura, Budi Utomo akan melakukan evaluasi terhadap satuan kerja yang belum dapat menjawab tantangan. Sesuai komitmen bersama yang telah ditandatangani, karena saya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Sehingga tak dapat bertahan dengan pernyataan awal, bahwasanya tidak akan mencopot jabatan strategis (eselon II dan III).
“Meski telah jadi komitmen, tapi bukan lantas mencari aman yang penting tunai kewajiban tanpa dapat berbuat lebih. Khusus Dinas PUPR telah coba mencari dari luar, saya mengapresiasi atas apa saran dan masukan dikegiatan ini, “tambahnya.

Dengan demikian, kata Budi Utomo, melalui momentum tersebut berharap dapat bersama-sama seluruh elemen masyarakat dapat berpikir positif dan terus berjuang. Agar Lampura tetap aman, maju agamis dan sejahtera.
“Mari kita wujudkan Lampura yang lebih baik lagi. Jadikan kekurangan itu menjadi motifasi yang lebih baik lagi,” tutupnya (KIS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini