Andi Wijaya ; DBH Sangat Bisa Untuk Memperbaiki Jalan Rusak

352

Lampung Utara – Tanggapi keluhan rusaknya Infrastruktur jalan desa, lingkar kota, dan wilayah perkotaan, di Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

Andi Wijaya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Lampura, mengatakan, akan melihat dulu status hak jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah atau milik provinsi.
“Ya kita lihat dulu jalan tersebut kewenangan siapa, kalau Provinsi ya kita berkoordinasi dengan Pemprov, kalau milik Lampura ya berkoordinasi dengan Dinas PUPR Lampura,” Kata Andi Wijaya, di ruangannya, senin (01/02/21).

Menurut Andi, mekanisme perencanaan yang dilakukan Bappeda dari tingkatan paling bawah, karena Bappeda merencanakan secara global.
“Kita hanya melihat dari alokasi nilai pagu anggaran yang ada, skala prioritasnya dimana, dan itu ranah teknis, kalaupun ada usulan dari masyarakat ya kita terima,” Kata dia.

Ketika ditanya mengenai penggunaan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk perbaikan jalan, Andi mengatakan sangat bisa, karena baik DBH maupun DAU penggunaannya tidak situasional.
“Sangat bisa, karena diluar DAK, APBD maupun APBN yang peruntukannya sudah jelas. Akan tetapi kita sama-sama tau kondisi keuangan daerah saat ini. Kalau diperuntukan ke pembangunan fisik agak sulit untuk mencapai kondisi yang ideal, apalagi ditengah situasi Covid-19 ini,” Jawabnya.

Ditambah, terang Andi, adanya refocusing yang memangkas anggaran, dan dikonsentrasikan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
“Tahun kemarin (2020 red.) ada refocusing tiga kali, inpres 01, kemudian perpres 54, dan perpres 72. Tahun ini yang akan berjalan PMK 71, refokusing juga.” Terangnya.

Dia menjelaskan, akibat refoc

Pengendara yang melalui jalan didepan SMPN 4 Kotabumi mesti berhati-hati karena rusak parah. (Foto Kisworo Yudi)
Belum mendapat respon Pemkab Lampura, warga jalan Nunyai, Kotabumi Tengah, perbaiki jalan secara swadaya (foto Kisworo Yudi)

using tersebut memangkas DAU sampai 3,1%, relokasi PMK untuk dukungan vaksinasi 8%, jika dijumlah pemotongan mencapai Rp. 98 miliar.
“Akhirnya menggerus program, dan ini bukan kondisi di Lampura saja, tapi kondisi nasional.” Kilahnya.

Dari pantauan dilapangan, warga kelurahan Kotabumi Tengah, Kotabumi, melakukan penimbunan lubang jalan menggunakan batu secara swadaya, dikarenakan belum adanya tindakan dari Pemkab Lampura untuk memperbaiki kerusakan jalan didaerah tersebut yang kondisinya sudah sangat parah. (Kis)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini